sakramen perkawinan

Tata upacara dan pilihan doa dan bacaan untuk upacara saling menerimakan sakramen perkawinan

Friday, February 10, 2006

Liturgi Sabda

LITURGI SABDA

MENCARI TEMA BACAAN:

(Silakan memilih 1 bacaan I dan 1 bacaan Injil dari salah satu TEMA)


TEMA 1

PUJIAN CINTA

BACAAN I:

Pilihan 1: Pembacaan dari kitab Kidung Agung 2:8-10.14.16a; 8:6-7a

Dengar! Itulah kekasihku, sungguh ia datang. Ia meloncat di atas gunung, ia melonjak di atas bukit. Kekasihku berlari cepat bagaikan kijang, lincah laksana rusa. Lihat! Ia berdiri di balik tembok, ia mengintai dari tingkap, mengintip dari jendela. Kekasihku angkat bicara, katanya kepadaku: “Bangunlah, temanku! Datanglah, manisku! Merpatiku di celah padas, di gua pada pinggir jurang. Tunjukkanlah parasmu kepadaku, perdengarkanlah suaramu! Sebab suaramu sungguh merdu! Dan jelita nian parasmu.” Kekasihku milikku, dan aku milik dia. Ia berkata kepadaku: “Tuliskan daku pada dadamu bagaikan cap, tempelkan daku pada tanganmu bagaikan meterai.”Sebab kuat bagaikan mautlah cinta, gigih laksana pratalalah cemburu. Nyalanya ibaratkan nyala api, bagaikan pijar Tuhan. Air yang banyak tidak kuasa memadamkan cinta, tiadapun sungai-sungai dapat menghanyutkannya. Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 2: Pembacaan dari surat pertama rasul Yohanes: 4:7-12

Saudara-saudara yang terkasih, marilah kita saling mengasihi. Cinta kasih itu berasal dari Allah, maka setiap orang yang mengasihi orang lain, berasal dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi orang lain, tidak mengenal Allah, sebab Allah dan cinta kasih itu satu dan sama saja. Kasih Allah dinyatakan kepada kita dan dibuktikan oleh Allah dengan mengutus PuteraNya yang tunggal ke dunia, agar kita hidup olehNya. Bukti kasih sejati terdapat bukan dalam kita yang mengasihi Allah, melainkan dalam Allah yang menyatakan kasihNya untuk kita dan mengutus PuteraNya untuk menyilih dosa kita. Saudaraku yang terkasih, kalau Allah mengasihi kita secara demikian, kitapun harus saling mengasihi satu sama lain. Tak seorangpun pernah melihat Allah. Namun, kalau kita saling mengasihi, maka Allah tetap tinggal di dalam kita, dan kasihNya menjadi sempurna di dalam diri kita. Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 3: Pembacaan dari surat pertama rasul Paulus kepada umat di Korintus 12:31-13:8a

Saudara-saudara, carilah karunia-karunia yang paling baik. Tetapi saya menunjukkan kepadamu suatu jalan yang lebih baik lagi. Sekiranya saya dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi tidak mempunyai cinta kasih, saya seperti gong yang bergaung atau canang yang gemerincing. Sekiranya saya dapat bernubuat dan menyelami segala rahasia dan semua pengetahuan; sekiranya iman saya sempurna sehingga dapat memindahkan gunung, tetapi tidak mempunyai cinta kasih, saya belum apa-apa. Sekiranya saya membagi-bagikan seluruh milik saya, dan bahkan menyerahkan tubuh saya untuk dibakar, tetapi tidak mempunyai cinta kasih, saya tidak beruntung sedikitpun. Cinta kasih itu sabar, murah hati, tidak sombong, dan tidak bertindak kurang sopan. Cinta kasih tidak mencari untungnya sendiri, tidak cepat marah dan tidak mengingat-ingat kejahatan. Cinta kasih tidak bersukacita atas kelaliman, tetapi ikut bergembira atas kebenaran. Cinta kasih menerima segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Cinta kasih tiada berkesudahan. Demikianlah sabda Tuhan.

BACAAN INJIL :

Pilihan 1: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes 15:9-12

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-muridNya: “Seperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula aku mengasihi kamu. Tinggallah dalam kasihKu. Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu tinggal dalam kasihKu. Aku juga menuruti perintah BapaKu, dan karena itu tinggal dalam kasihNya. Ini Kukatakan kepadamu, supaya suka citamu menjadi sempurna. Inilah perintahKu, bahwa kamu harus saling mengasihi seperti Aku mengasihi kamu.” Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 2: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius 22:35-40

Seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, hendak mengujiNya: “Guru, perintah manakah yang terbesar dalam Taurat?” Yesus menjawab: “Kasihilah Allah, Tuhanmu, dengan segenap hatimu, dengan seluruh jiwamu dan dengan seluruh akal budimu. Inilah perintah yang terbesar dan yang pertama. Dan yang kedua sama dengan ini, yakni: Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Pada kedua perintah inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab nabi-nabi.” Demikianlah sabda Tuhan.


TEMA 2

PERJANJIAN SETIA

BACAAN I:

Pilihan 1: Pembacaan dari kitab nabi Yeremia 31:31-32a.33-34a

Demikianlah firman Tuhan: “Akan datang masanya, Aku akan mengikat perjanjian baru dengan keluarga Israel dan keluarga Yehuda. Bukan seperti perjanjian yang telah Kuikat dengan leluhur mereka, ketika Aku membimbing mereka dan menghantar mereka keluar dari negeri Mesir. Tetapi perjanjian yang akan Kuadakan dengan keluarga Israel ialah: Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka, dan akan menulisnya dalam hati mereka. Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu. Maka tidak perlu lagi seorangpun mengajar sesama atau saudaranya dengan berkata ‘kenallah Tuhan’, karena mereka semua mengenal Aku, dari yang terkecil sampai yang terbesar.

Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 2: Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Efesus 5:2a.21-33

Saudara-saudara, hiduplah dalam cinta kasih seperti Kristus telah mencintai kita dan menyerahkan diriNya untuk kita. Hendaknya kamu tunduk satu kepada yang lain karena hormat kepada Kristus. Para isteri hendaknya taat kepada suaminya, seolaholah kepada Tuhan. Sebab suamilah kepala atas isteri, sebagaimana Kristus kepala atas Gereja. Dialah penyelamat tubuhNya. Dan sebagaimana Gereja taat kepada Kristus, begitupun isteri hendaknya taat kepada suaminya dalam segala hal. Suami hendaknya mencintai isterinya sebagaimana Kristus mencintai Gereja. Ia menyerahkan diri bagi Gereja untuk menguduskannya dengan pembasuhan air dan sabda kehidupan. Dengan demikian Kristus memperlihatkan GerejaNya mulia, tak bercela, tanpa kerut dan cacat lain, tetapi kudus murni. Begitu pula suami harus mencintai isterinya seperti dirinya sendiri, karena yang mencintai isterinya mencintai dirinya sendiri. Tak seorangpun pernah membenci tubuhnya. Sebaliknya ia memelihara dan menjaganya seperti Kristus terhadap Gereja. Kita adalah anggota tubuh Kristus. Karena itu pria harus meninggalkan ibu bapa dan mengikatkan diri pada isterinya. Dan keduanya akan bersatupadu jiwa raganya. Rahasia yang diwahyukan ini sungguh agung, yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dengan Gereja. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri, dan isteri hendaklah menghormati suaminya. Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 3: Pembacaan dari surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 8:31b-35.37-39.

Saudara-saudara, jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Dia malah tidak sayang akan PuteraNya sendiri, tetapi menyerahkanNya untuk kita semua. Bagaimana mungkin Dia tidak menganugerahkan semuanya bersama PuteraNya kepada kita? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah yang membenarkan. Siapakah yang akan menghukum mereka? Yesus Kristuskah? Padahal Dia telah wafat dan bangkit kembali. Ia duduk di sisi kanan Allah dan malah menjadi pengantara kita. Apakah yang dapat memisahkan kita dari cinta Kristus? Sengsara? Penindasan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Dalam segalanya itu kita akan menang dengan jaya karena kekuasaan Kristus yang mencintai kita. Aku yakin bahwa baik maut maupun hidup, malaekat maupun penguasa, halhal sekarang maupun yang kemudian, kekuatan yang di atas maupun yang di bawah, atau makhluk manapun juga, tidak akan dapat memisahkan kita dari cinta Allah, yang dinyatakan dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 4: Pembacaan dari kitab Wahyu 19:1-9a

Saya, Yohanes, mendengar suara nyaring himpunan besar di sorga, katanya: “Alleluya! Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita. “Maka terdengarlah suara dari takhta Allah: “Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya, semua yang takwa, baik kecil maupun besar!” Lalu saya mendengar suara orang banyak, seperti gelora air bah, dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Alleluya! Sebab Tuhan, Allah kita, yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Marilah kita bersuka cita dan bersorak-sorai, marilah kita memuliakan Tuhan. Hari pernikahan Anak domba telah tiba, dan mempelaiNya sudah siap berhias. MempelaiNya telah diperkenankan memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih. Kain lenan itu melambangkan perbuatan baik para kudus.” Lalu malaekat Tuhan berkata kepadaku: “Tulislah: Berbahagialah orang yang diundang ke perjamuan nikah Anak-domba.” Demikianlah sabda Tuhan.

BACAAN INJIL :

Inilah Injil Yesus Kristus menurut santo Matius 19:3-6

Pada suatu hari orang-orang Parisi datang kepada Yesus hendak mencobai Dia. Mereka bertanya: “Bolehkah orang menceraikan isterinya, dengan alasan apa saja?” Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Allah yang menciptakan manusia pada awal mula, menjadikan mereka pria dan wanita? Dan Allah berfirman: Karena itu pria akan meninggalkan ibu bapanya dan mengikatkan diri pada isterinya. Dan keduanya akan hidup bersatu padu jiwa raganya. Jadi, mereka bukan lagi dua, melainkan satu saja. Sebab itu, yang telah disatukan oleh Allah, jangan diceraikan oleh manusia.” Demikianlah sabda Tuhan.


TEMA 3

KEBAHAGIAAN ITU

BERKAT TUHAN DAN TANGGUNGJAWAB KITA

BACAAN I:

Pilihan 1: Pembacaan dari kitab Putera Sirakh 26:14.16-21

Berbahagialah suami yang mempunyai isteri yang baik; umur hidupnya berlipat dua. Isteri berbudi menggembirakan suaminya, sehingga ia mencapai umur tua dengan tenang. Isteri yang baik merupakan kurnia luhur, harta pusaka yang dianugerahkan kepada orang takwa. Kaya atau miskin, hatinya senang, roman mukanya tetap riang gembira. Keelokan isteri yang rajin menyenangkan suami, dan kearifan isteri menguatkan tangan suaminya. Isteri yang tidak cerewet sungguh anugerah Tuhan, dan tak ternilai isteri berpendidikan baik. Isteri sopan merupakan berkat dan rahmat, dan tak bertaralah isteri yang suci murni. Laksana matahari yang terbit di atas gunung Tuhan, demikianlah keelokan isteri yang baik menyinari rumah tangganya. Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 2: Pembacaan dari kitab Kejadian: 24:48-51.58-67

Ketika Abraham sudah tua, ia mengutus hambanya ke kota Aram di Mesopotamia untuk mencarikan Iskak seorang isteri. Sesampai di rumah Betuel, kemenakan Abraham, hamba itu berkata: “Terpujilah Tuhan, Allah tuanku Abraham, sebab Ia telah membimbing saya untuk meminang Ribka menjadi isteri Iskak. Maka, jikalau tuan mau menunjukkan kasih setia kepada Abraham, sudilah tuan mengatakannya. Tetapi jikalau berkeberatan, sudilah tuan mengatakannya terus terang, supaya saya mendapat kepastian”. Lalu Betual dan Laban, ayah dan saudara Ribka menjawab: “Semua ini sudah diatur oleh Tuhan. Maka bukan hak kami untuk mengabulkan atau menolak permintaanmu. Ribka sudah siap; bawalah dia pulang menjadi isteri Iskak, putera Abraham, sesuai dengan firman Tuhan”. Lalu mereka memanggil Ribka dan bertanya: “Maukah engkau pergi bersama orang ini?” Jawabnya: “Ya, aku mau”, Maka mereka melepas Ribka pergi dan inang pengasuhnya, bersama dengan rombongan hamba Abraham. Mereka memberkati Ribka, katanya: “Semoga keturunanmu menjadi berjuta-juta banyaknya, dan semoga mereka mengalahkan semua musuhnya” Lalu Ribka bersama dengan hamba-hambanya berkemas-kemas untuk berangkat. Mereka naik unta dan mengikuti hamba Abraham. Demikianlah Ribka dibawa pulang oleh hamba itu. Pada waktu itu Iskak datang dari sumur Lakhai Roi; ia tinggal di tanah Negeb. Menjelang senja Iskak keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangannya melihat sebuah kafilah mendekat. Ribka juga melayangkan pandangannya dan melihat Iskak. Segera ia turun dari untanya dan bertanya kepada hamba Abraham: “Siapakah orang itu yang berjalan di padang menuju kita?” Jawab hamba itu: “Itulah tuan saya”. Lalu Ribka mengenakan tudungnya dan menyelubungi dirinya. Hamba itu melaporkan kepada Iskak bagaimana ia berhasil melaksanakan tugasnya. Maka Iskak mengantar Ribka ke dalam kemahnya. Ia mengambil Ribka menjadi isterinya dan sangat mencintai dia, sehingga ia terhibur atas kematian ibunya. Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 3: Pembacaan dari kitab Tobit: 8:5-10

Pada malam perkawinannya, Tobia berkata kepada Sara: “Kita ini keturunan orang suci. Kita tidak boleh kawin seperti orang yang tak mengenal Allah”. Maka mereka berdoa, agar tetap sehat walafiat. Kata Tobia: “Terpujilah Engkau, Allah leluhur kami. Hendaknya langit dan bumi memuji Engkau: mata air, sungai dan laut beserta segala makhluk yang hidup di dalamnya. Engkau telah membentuk Adam dari tanah dan memberikan Hawa kepadanya sebagai teman hidup. Engkau tahu, ya Tuhan, bahwa aku tidak mengawini Sara ini karena dorongan hawa nafsu. Aku mengawini dia untuk memperoleh keturunan, agar namaMu terpuji untuk selama-lamanya.” Lalu Sara juga berdoa: “Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami. Semoga kami tetap sehat walafiat dan bersama-sama mencapai umur panjang.” Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 4: Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Kolose 3:12-17

Saudara-saudara, kamulah umat pilihan Allah; sebab Ia telah menguduskan dan mengasihi kamu. Maka, hendaknya kamupun berbelaskasihan serta bersikap ramah tamah dan rendah hati, lemah lembut lagi sabar. Hendaknya kamu tanggung-menanggung dan suka mengampuni, bila hatimu disakiti. Sebagaimana Kristus memberi ampun kepadamu, demikian pula kamu hendaknya. Utamakanlah cinta kasih, tali pengikat semuanya itu dalam kesatuan yang sempurna. Biarlah damai dan sejahtera Kristus melimpah dalam hati, sebab kamu dipanggil untuk hidup berdamai dalam satu tubuh. Demikian pula hendaknya kamu tahu berterima kasih. Semoga sabda Kristus berakar dan bertumbuh subur dalam hatimu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan bijaksana. Lagukanlah Mazmur dan madah pujian bagi Allah, terdorong oleh rahmat Roh Kudus. Apapun yang kamu lakukan dengan kata maupun perbuatan, lakukanlah itu demi Tuhan Yesus Kristus, dan dengan perantaraanNya bersyukurlah kepada Allah Bapa kita. Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 5: Pembacaan dari surat pertama rasul Yohanes 3:18-24

Anak-anakku terkasih, marilah kita saling mengasihi, bukan dengan kata-kata belaka, melainkan dengan perbuatan yang nyata. Dengan demikian kita tahu bahwa kita berasal dari kebenaran; dan kita dapat menghadap Allah dengan hati yang tenang. Sebab jika kita dihukum oleh hati kita, Allah lebih besar daripada hati kita, dan Ia mengetahui segala sesuatu. Kekasih-kekasihku, jika hati kita tidak menghukum kita, maka kita dapat menghampiri Allah penuh kepercayaan; apa saja yang kita minta akan kita peroleh dari padaNya, karena kita menuruti perintahNya dan melaksanakan kehendakNya. Dan inilah perintah Allah, supaya kita percaya akan nama Puteranya Yesus Kristus serta saling mengasihi, seperti diperintahkanNya kepada kita. Setiap orang yang menjalankan perintahNya, akan tinggal dalam Allah dan Allah dalam dia. Dan kita tahu bahwa Ia tinggal dalam kita, karena Roh yang telah diberikanNya kepada kita. Demikianlah sabda Tuhan.

BACAAN INJIL :

Pilihan 1: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes 15:12-16

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-muridNya: “Inilah perintahKu, bahwa kamu harus saling mengasihi seperti Aku mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawa untuk sahabat-sahabatnya. Kamu sungguh sahabatKu, jikalau kamu melaksanakan yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, karena seorang hamba tidak tahu apa yang dibuat oleh tuannya. Tetapi kamu kusebut sahabat, karena segala yang Kudengar dari BapaKu telah kunyatakan kepadamu. Bukannya kamu yang memilih Aku melainkan Aku yang memilih kamu. Kamu telah Kutetapkan agar pergi dan berbuah, dan buahmu tinggal tetap. Maka Bapa akan memberikan kepadamu apa saja yang kamu minta.” Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 2: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes 2:1-11

Pada suatu hari diadakan pernikahan di kota Kana di Galilea, dan ibu Yesus hadir di situ. Yesus dan murid-muridNya diundang juga ke pesta nikah itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata: “Mereka kehabisan anggur.” Jawab Yesus: “Itu bukan urusanKu, ibu. SaatKu belum tiba”. Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Lakukanlah apa saja yang dikatakanNya kepadamu.” Di situ tersedia enam tempayan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya sekitar seratus liter. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan ini dengan air”. Merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Nah, cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta”. Mereka membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air yang telah menjadi anggur, ia memanggil pengantin pria. Ia tidak tahu dari mana datangnya anggur itu, hanya pelayan-pelayan mengetahuinya. Maka pemimpin pesta berkata kepada pengantin pria: “Biasanya orang menghidangkan anggur yang baik dulu, dan sesudah orang puas minum barulah yang kurang baik. Akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Demikianlah Yesus mulai mengerjakan tanda-tandaNya di kota Kana di Galilea. Dengan tanda pertama ini Ia menyatakan kemulianNya, dan murid-muridNya percaya kepadaNya. Demikianlah sabda Tuhan.


TEMA 4

CINTA MEMPERSATUKAN


BACAAN I:

Pilihan 1: Pembacaan dari kitab Kejadian 2:18-24

Tuhan Allah bersabda: “Tidak baik kalau manusia itu sendirian saja. Baiklah Kubuat untuknya seorang pembantu yang serupa dengan dia”. Tuhan membentuk dari tanah semua makhluk yang bernyawa di atas bumi. Dan juga burungburung di udara. Tuhan Allah menghantarkannya kepada Adam, supaya Adam melihat dan memberi nama kepada mereka. Adam memanggil semua makhluk hidup, burung-burung di udara, binatang-binatang di darat, dengan nama mereka. Tetapi Adam tidak menemukan seorang pembantu yang serupa dengan dirinya. Lalu Tuhan membuat Adam tertidur. Ketika Adam tidur lelap, Tuhan mengambil satu dari rusuknya dan mengisi tempat itu dengan daging. Lalu Tuhan Allah membentuk rusuk yang telah diambilNya menjadi seorang wanita. Wanita itu dihantarNya kepada Adam. Maka Adam pun berkata: “Inilah tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku. Dia akan disebut wanita, karena diambil dari pria”. Karena itu pria akan meninggalkan ibu bapanya, dan mengikatkan diri pada isterinya. Dan keduanya akan hidup bersatu padu jiwa raganya. Demikianlah Sabda Tuhan.

Pilihan 2:Pembacaan dari kitab Tobit 7:9c-10.11c-17

Raguel mengajak Tobia dan temannya makan bersama. Tetapi Tobia berkata: “Saya tidak akan makan atau minum apa-apa, sebelum bapa meluluskan permintaan saya dan berjanji memberikan Sara, puteri bapa, kepada saya”. Raguel bimbang dan tidak berani menjawab. Melihat itu malaekat Rafael berkata:”Janganlah bapa takut memberikan puteri bapa kepadanya, sebab ia ditentukan Allah untuk menjadi isteri pemuda saleh ini. Itulah sebabnya orang lain tidak diijinkan mengawini dia”. Maka Raguel berkata: “Akhirnya Allah mengabulkan doa dan tangisku. Aku yakin bahwa Allah menghantar kamu kepadaku, supaya puteriku dapat dikawini saudara sepupunya, sesuai dengan peraturan hukum Musa. Jangan khawatir, aku menyerahkan puteriku kepadamu”. Raguel lalu memegang tangan kanan puterinya dan meletakkannya di atas tangan kanan Tobia, sambil berkata: “Semoga Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub menyertai kamu. Semoga Ia menyatukan kamu dan melimpahi kamu dengan berkatNya”. Lalu mereka mengambil kertas dan menulis perjanjian nikah. Sesudah itu mereka makan dan minum serta memuji Allah. Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 3: Pembacaan dari surat pertama rasul Petrus 3:1-9

Saudara-saudara terkasih, hendaknya para isteri tunduk kepada suaminya. Dengan demikian mungkinlah seorang suami yang tidak percaya akan sabda Allah, diyakinkan oleh kelakuan isterinya tanpa banyak bicara, sebab ia melihat betapa murni dan saleh hidup isterinya. Janganlah kamu hanya menghiasi badanmu dengan merias rambut, dengan memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah. Tetapi hiasilah batinmu dengan perhiasan yang tersembunyi, yang tidak akan binasa, yang timbul dari hati yang lemah lembut dan tenteram, yang amat berharga dalam pandangan Allah. Begitulah wanita-wanita suci dulu berdandan, yaitu wanita yang menaruh harapannya pada Allah. Mereka tunduk kepada suaminya, seperti Sara taat kepada Abraham, dan yang menyebut dia tuannya. Kamu menjadi puteri-puterinya kalau kamu berlaku baik dan tidak takut akan ancaman. Demikian juga kamu, para suami, hendaknya kamu menaruh pengertian kepada isterimu dalam hidup bersama, dan hormatilah mereka sebagai kaum yang lemah, sebab mereka juga ahli waris rahmat kehidupan. Kalau begitu, doamu tidak ditolak. Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata dan seperasaan. Hendaklah kamu mengasihi saudara-saudara dan bersikap lemah lembut dan rendah hati. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati. Karena untuk itulah kamu dipanggil, supaya kamu sendiri juga memperoleh berkat. Demikianlah sabda Tuhan.

BACAAN INJIL :

Pilihan 1: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes 17:20-26

Pada suatu ketika Yesus menengadah serta berdoa: “Bapa yang kudus, Aku berdoa bukan saja untuk mereka itu, tetapi juga untuk orang-orang, yang akan percaya kepadaKu karena perkataan mereka. Semoga mereka semua bersatu, seperti engkau, ya Bapa, berada dalam Aku dan Aku dalam Engkau. Semoga merekapun bersatu dalam kita, agar dunia percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku. Kemuliaan yang Kauberikan kepadaKu, telah Kuberikan kepada mereka, supaya mereka bersatu seperti Kita, aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka bersatu dengan sempurna, dan dunia mengetahui bahwa Engkau mengutus Aku, dan bahwa Engkau mencintai mereka seperti Engkau mencintai Aku. Bapa, Aku menghendaki agar semua orang yang Kauserahkan kepadaKu, tinggal bersamaKu ditempat Aku berada, supaya mereka memandang kemuliaan, yang telah Kau berikan kepadaKu. Sebab Engkau telah mencintai Aku sebelum dunia tercipta. Bapa yang adil, dunia tak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka mengetahui bahwa Engkau mengutus Aku. Aku telah menyatakan namaMu kepada mereka dan akan tetap menyatakannya, agar cintaMu kepadaKu menetap dalam hati mereka, seperti Akupun berada dalam mereka.” Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 2: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Markus 10:6-9

Yesus kemudian mengajar murid-muridNya dan berkata: “Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka lakilaki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia”. Demikianlah sabda Tuhan.


TEMA 5:

CINTA BERKURBAN

BACAAN I:

Pilihan 1: Pembacaan dari kitab Kejadian 1:26-28.31a

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikanikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; lakilaki dan perempuan diciptakanNya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burungburung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, dan sungguh amat baik. Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 2: Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Roma 12:1-2.9-18

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu: persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah apa yang baik, apa yang berkenan padaNya, dan apa yang sempurna. Kasihmu janganlah pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mencintai sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah kegiatanmu berkurang, hendaknya semangatmu bernyalanyala. Layanilah Tuhan, bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa. Dampingilah orang-orang seiman dalam kekurangannya, berilah tumpangan kepada orang-orang asing. Berkatilah orang yang menganiaya kamu. Berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersuka cita, dan menangislah dengan orang yang menangis. Hendaklah kamu sehati sependapat; jangan pikirkan yang muluk-muluk, tetapi perhatikanlah yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; hendaklah kamu berlaku baik terhadap setiap orang. Sedapat-dapatnya dari pihakmu, hiduplah dalam damai dengan semua orang. Demikianlah Sabda Tuhan.

Pilihan 3: Pembacaan dari surat pertama rasul Paulus kepada umat di Korintus 6:13c-15a.17-20

Saudara-saudara, tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Allah telah membangkitkan Tuhan, dan dengan kuasaNya Ia akan membangkitkan kita pula. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu itu anggota Kristus? Barangsiapa mempersatukan diri dengan Tuhan, menjadi satu roh denganNya. Jauhilah percabulan. Dosa manapun yang diperbuat orang, dilakukan di luar tubuh. Tetapi yang melakukan percabulan, berdosa terhadap tubuhnya sendiri. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu itu kenisah Roh kudus yang berdiam dalam dirimu dan yang kamu terima dari Allah? Karena itu tubuhmu bukanlah milikmu sendiri. Sebab kamu telah dibeli dengan harga yang mahal. Maka muliakanlah Allah dalam tubuhmu. Demikianlah sabda Tuhan.

BACAAN INJIL :

Pilihan 1: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius 5:13-16

Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Kamu ini garam dunia. Jika garam hilang rasanya, tak mungkin dibuat asin lagi. Tiada gunanya lagi, maka dibuang dan diinjak-injak orang di jalan. Kamu ini cahaya dunia. Sebuah kota yang didirikan di atas gunung, tak mungkin tersembunyi. Begitu pula lampu yang dinyalakan, tidak ditaruh di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, agar dapat menerangi semua orang dalam rumah. Demikianlah cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuji Bapamu di sorga.” Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 2: Inilah Injil Yesus Kristus menurut santo Matius 7:21.24-29

Yesus bersabda kepada murid-muridNya: “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: “Tuhan, Tuhan! akan masuk kerajaan Allah, melainkan yang melakukan kehendak BapaKu di sorga.Semua orang yang mendengar ajaranKu dan melakukannya, dapat disamakan dengan seorang bijaksana, yang membangun rumahnya diatas wadas. Angin bertiup kencang, hujan turun, sungai meluap dan melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Pilihan 3: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius 5:1-12a

Pada suatu hari Yesus mendaki lereng sebuah bukit, sebab melihat banyak orang yang datang. Setelah Ia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka: “Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah kerajaan Allah. Berbahagialah yang berduka cita, sebab mereka akan dihibur oleh Allah. Berbahagialah yang lembut hati, sebab mereka akan mewarisi tanah pusaka Allah. Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah. Berbahagialah yang berbelaskasihan kepada orang lain, sebab Allah akan berbelaskasihan kepada mereka. Berbahagialah yang suci hatinya, sebab mereka akan memandang Allah. Berbahagialah yang mengusahakan perdamaian, sebab Allah akan menyebut mereka anak-anakNya. Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah kerajaan Allah. Berbahagialah kamu, kalau diejek, dianiaya atau difitnah karena Aku; bersukacita dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di sorga.”

Demikianlah sabda Tuhan.


HOMILI OLEH IMAM: semua duduk

1 Comments:

  • At 6:31 AM, Blogger Alif said…

    1. OVERCOME VARIOUS problema ACHIEVE ANY DESIRE =
    = Healing
    = Achieving goals
    = Reach love
    = Happiness, etc.
    2. CHILDREN UNDER THE NEED = BEFORE / AFTER BIRTH =
    = Face
    = Character
    = Sex
    = Twin / absence
    = Ability
    = IQ
    = Future, etc.
    3. SOME LETTERS PASSWORD OWN CREATION
    4. COPYRIGHT COMBINED SOME POETRY FROM NAME =
    = Name and meaning / purpose of poetry depends request
    send USD; 1.5 million to: Rosida no. rek.654801002820505 BRI branch: 6548 units Sumenep Kalianget east Java Indonesia
    alif30271@yahoo.co.id
    SMS = 081331412197 = 087850539399
    Rosida SAHIDI / alifiyasintadewi nurqodri
    Klg POBOX.30271 69 471
    JL. PORT KERTASADA No.38 RT.02/01 Kalianget SUMENEP 69 471 EAST JAVA INDONESIA

     

Post a Comment

<< Home