sakramen perkawinan

Tata upacara dan pilihan doa dan bacaan untuk upacara saling menerimakan sakramen perkawinan

Sunday, January 15, 2006

Upacara Pertunangan

Beberapa catatan:

  1. Sebaiknya diadakan di pihak wanita: khusunya kalau keduanya Katolik. Namun melihat keadaan, bisa menyesuaikan.
  2. Bisa dipimpin oleh orangtua dari yang bertunangan: tentu saja yang beragama Katolik. Tetapi bisa juga meminta Pro Diakon, atau imam.
  3. Upacara ini tidak pernah boleh dirangkaikan dengan perayaan ekaristi (lihat Ibadat Berkat, Jakarta, Obor, 1987, hlm. 78).

UPACARA PEMBUKAAN

LAGU PEMBUKAAN

PEMBUKAAN

I/P: Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U: Amin.

I/P: Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kris­tus, yang mengasihi dan menyerahkan diri bagi kita, besertamu.

U: dan sertamu juga.


PENGANTAR PEMIMPIN UPACARA


DOA PEMBUKAAN

I/P: Allah Bapa Yang Maharahim, kasih setiaMu berlimpah kepada kami. Berkenanlah memberkati kedua saudara kami ini. Anugerahkanlah niat yang murni, hati yang jujur, dan kasih sejati, agar dapat membangun pribadi yang dapat saling melengkapi. Bukalah hati mereka terhadap sabdaMu, agar usaha mereka membawa kebahagiaan yang sejati. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa.

U: Amin.


LITUGI SABDA

BACAAN I:

Pilihan 1:

Pembacaan dari kitab Kejadian 2:18-24

L: Tuhan Allah bersabda: “Tidak baik kalau manusia itu sendirian saja. Baiklah Kubuat untuknya seorang pembantu yang serupa dengan dia”. Tuhan membentuk dari tanah semua makhluk yang bernyawa di atas bumi. Dan juga burungburung di udara. Tuhan Allah menghantarkannya kepada Adam, supaya Adam melihat dan memberi nama kepada mereka. Adam memanggil semua makhluk hidup, burung-burung di udara, binatang-binatang di darat, dengan nama mereka. Tetapi Adam tidak menemukan seorang pembantu yang serupa dengan dirinya. Lalu Tuhan membuat Adam tertidur. Ketika Adam tidur lelap, Tuhan mengambil satu dari rusuknya dan mengisi tempat itu dengan daging. Lalu Tuhan Allah mem­bentuk rusuk yang telah diambilNya menjadi seorang wanita. Wanita itu dihantarNya kepada Adam. Maka Adam pun berkata: “Inilah tulang dari tulang­ku, dan daging dari dagingku. Dia akan disebut wanita, karena diambil dari pria”. Karena itu pria akan meninggalkan ibu bapanya, dan mengikatkan diri pada isterinya. Dan keduanya akan hidup bersatu padu jiwa raganya.

Demikianlah Sabda Tuhan.


Pilihan 2:

Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Roma 12:1-2.9-18

L: Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu: persembah­kanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah apa yang baik, apa yang berkenan padaNya, dan apa yang sempurna. Kasihmu janganlah pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mencin­tai sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah kegiatanmu berkurang, hendaknya semangatmu bernyalanyala. Layanilah Tuhan, bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa. Dampingilah orang-orang seiman dalam kekurangannya, berilah tumpangan kepada orang-orang asing. Berkatilah orang yang menganiaya kamu. Berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersuka cita, dan menangislah dengan orang yang menangis. Hendaklah kamu sehati sependapat; jangan pikirkan yang muluk-muluk, tetapi perhatikanlah yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; hendaklah kamu berlaku baik terhadap setiap orang. Seda­pat-dapatnya dari pihakmu, hiduplah dalam damai dengan semua orang.

Demikianlah Sabda Tuhan.


Pilihan 3:

Pembacaan dari surat pertama rasul Paulus kepada umat di Korintus 12:31-13:8a

L: Saudara-saudara, carilah karunia-karunia yang paling baik. Tetapi saya menunjukkan kepadamu suatu jalan yang lebih baik lagi. Sekiranya saya dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi tidak mempunyai cinta kasih, saya seperti gong yang bergaung atau canang yang gemerincing. Sekiranya saya dapat bernubuat dan menyelami segala rahasia dan semua pengetahuan; sekiranya iman saya sempurna sehingga dapat memindahkan gu­nung, tetapi tidak mempunyai cinta kasih, saya belum apa-apa. Sekiranya saya membagi-bagikan seluruh milik saya, dan bahkan menyerahkan tubuh saya untuk dibakar, tetapi tidak mempunyai cinta kasih, saya tidak beruntung sedikitpun. Cinta kasih itu sabar, murah hati, tidak sombong, dan tidak bertindak kurang sopan. Cinta kasih tidak mencari untungnya sendiri, tidak cepat marah dan tidak mengingat-ingat kejahatan. Cinta kasih tidak bersuka­cita atas kelaliman, tetapi ikut bergembira atas kebenaran. Cinta kasih menerima segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Cinta kasih tiada berkesudahan.

Demikianlah sabda Tuhan.


Pilihan 4:

Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Kolose 3:12-17

L: Saudara-saudara, kamulah umat pilihan Allah; sebab Ia telah menguduskan dan mengasihi kamu. Maka, hendaknya kamupun berbelaskasihan serta bersikap ramah tamah dan rendah hati, lemah lembut lagi sabar. Hendaknya kamu tang­gung-menanggung dan suka mengampuni, bila hatimu disakiti. Sebagaimana Kristus memberi ampun kepadamu, demikian pula kamu hendaknya. Utamakanlah cinta kasih, tali pengikat semuanya itu dalam kesatuan yang sempurna. Biarlah damai dan sejahtera Kristus melimpah dalam hati, sebab kamu dipang­gil untuk hidup berdamai dalam satu tubuh. Demikian pula hendaknya kamu tahu berterima kasih. Semoga sabda Kristus berakar dan bertumbuh subur dalam hatimu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan bijaksa­na. Lagukanlah Mazmur dan madah pujian bagi Allah, terdorong oleh rahmat Roh Kudus. Apapun yang kamu lakukan dengan kata maupun perbuatan, lakukan­lah itu demi Tuhan Yesus Kristus, dan dengan perantaraanNya bersyukurlah kepada Allah Bapa kita.

Demikianlah sabda Tuhan.

U: Syukur kepada Allah


MAZMUR ANTAR BACAAN: MZM 145:8-9.10.15.17-18


BACAAN INJIL:

I/P: Tuhan sertamu.

U: dan sertamu juga.

I/P: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes 15:9-12

U: Terpujilah Kristus.

I/P: Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-muridNya: “Seperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula aku mengasihi kamu. Tinggallah dalam kasihKu. Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu tinggal dalam kasihKu. Aku juga menuruti perintah BapaKu, dan karena itu tinggal dalam kasihNya. Ini Kuka­takan kepadamu, supaya sukacitamu menjadi sempurna. Inilah perintahKu, bahwa kamu harus saling mengasihi seperti Aku mengasihi kamu.”

Demikianlah sabda Tuhan.

U: Terpujilah Kristus.


HOMILI


PEMBERKATAN CINCIN PERTUNANGAN


DOA PEMBERKATAN:

Pilihan 1: (Kalau dipimpin oleh imam)

I: Ya Allah, sumber segala berkat, curahkanlah + berkatMu atas lambang cinta ini dan bimbinglah kedua saudara kami dalam masa pertunangannya. Semoga mereka mencari kehendakMu dengan hati yang ikhlas dan mengalami kebaikanMu yang berlimpah. Demi Kristus, pengantara kami.

U: Amin.


Pilihan 2: (Kalau dipimpin oleh imam)

I: Tuhan Allah, sumber segala cinta kasih, karena penyelenggaraanMu, dua orang muda ini dapat saling bertemu. Kini mereka memohon rahmatMu untuk memasuki masa pertunangan dan mempersiapkan diri untuk Sakramen Perkawinan. Kami mohon, kuatkanlah mereka dengan + berkatMu yang melimpah. Semoga oleh masa pertunangan suci ini, mereka kian hari kian saling menghargai, dan saling mengasihi dengan kasih sejati. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

U: Amin.


Pilihan 3:

P: Allah Yang Mahakuasa dan Mahakasih, kasih setiaMu berlimpah bagi kami. Engkau menganugerahkan Hawa kepada Adam sebagai penghibur dan teman berbagi sukaduka kehidupan, sesuai ciri pribadinya, dan setia sepanjang hidup.

Engkau menganugerahkan Santo Yusuf kepada Maria, sebagai suami yang suci, penuh kasih, melindungi, dan sangat memperhatikan isteri.

Berkenanlah memberkati kedua cincin ini, lambang niat suci, hati yang jujur, dan kasih yang murni, agar saudara-saudari kami yang memakainya selama bertunangan, saling belajar mengenal, dijauhkan dari hawa nafsu tak teratur, membangun persaudaraan yang suci murni, sehingga terlaksanalah pembangunan pribadi yang saling mengisi, saling melengkapi satu sama lain; apalagi semoga tercapailah cita-cita mereka membangun keluarga yang baha­gia, sumber kebahagiaan dan penghiburan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.


Pilihan 4:

P: Kami memuji Engkau, ya Tuhan, sebab dengan pengharapan yang lembut Engkau menggerakkan hati dan menyiapkan puteraMu ..... (nama) dan puteriMu .... (nama) untuk saling mencintai. Kami mohon, sudilah menguatkan hati mereka, agar mereka menjalani masa pertunangan ini dengan bertumpu pada iman, dan dalam segala hal berusaha berkenan kepadaMu, sehingga dengan aman sentausa akhirnya sampai pada sakramen Perkawinan. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

U: Amin.


JANJI KEDUA TUNANGAN

putri dahulu baru putra


SAYA, ..... (nama) BERJANJI DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH, SEKIRANYA SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN, MENERIMA .... (nama) SEBAGAI TUNANGAN SAYA. SELAMA MASA BERTUNANGAN INI, SAYA AKAN MEMPERSIAPKAN DIRI SAYA, DAN MEMBANTU TUNANGAN SAYA, UNTUK MEMBANGUN KELUARGA YANG KUDUS, SETURUT TELADAN KELUARGA NAZA­RET, MENURUT TATACARA GEREJA KATOLIK: SATU PRIA DENGAN SATU WANITA, TAK TERPISAHKAN SEUMUR HIDUP. DEMIKIANLAH JANJI SAYA. SEMOGA ALLAH TRITUNGGAL YANG MAHAKUDUS MEMBERIKAN BERKAT DAN TUNTUNAN, SEMOGA BUNDA MARIA DAN SANTO/A ..... (pelindung/nama permandian) MEMBANTU DENGAN DOA-DOA MEREKA, AGAR JANJI SAYA INI SUNGGUH TERLAKSANA.

Kemudian cincin dikenakan oleh orang tua kepada anaknya masing-masing. Bisa juga, orangtua/wali pihak lelaki memasang cincin kepada tunangan wanita, kemudian orangtua/wali pihak wanita memasang cincin kepada tunangan pria. Atau bisa juga, cincin dipasang oleh pemimpin ibadat.


Kemudian pemimpin upacara memberi pesan:

I/P: Terimalah dan rawatlah baik-baik hadiah yang saling anda berikan, agar yang kalian janjikan dengan lambang pemberian ini, pada waktunya dapat kalian laksanakan.

T: Amin.


DOA YANG BERTUNANGAN

Pilihan 1: Bersama-sama:

B: Ya Bapa di surga, kami bersyukur atas kasih yang telah bersemi dalam hati kami. Dengan bimbinganMu kami ingin menguji dan mematangkan hubungan cinta kami dengan lebih sungguh-sungguh. Kami menyadari kelemahan manusiawi kami. Maka kami menyerahkan masa pertunangan ini ke dalam tanganMu. Kami ingin mempergunakannya selaras dengan kehendakMu.

Ya Bapa, semoga lewat masa pertunangan ini kami semakin saling mengenal. Bantulah kami agar dapat saling bersikap terbuka, dan jauhkanlah kami dari sikap sengaja menyembunyikan kelemahan, agar keluarga yang akan kami bangun sungguh kokoh.

Bimbinglah kami supaya setia kepadaMu. Tegarkanlah kami bila suatu saat melangkah terlalu jauh atau melanggar kehendakMu. Jauhkanlah dari kami setiap bahaya dan godaan. Kami berharap bahwa masa pertunangan ini dapat kami lalui dengan selamat, dan membawa manfaat besar bagi keluarga yang akan kami bangun. Tetapi, kalau Bapa sendiri mempunyai rencana yang lain untuk kami masing-masing, semoga kamipun percaya akan kebijaksanaan dan kehendakMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.


Pilihan 2:

Bersama-sama

B: Allah yang mahakuasa dan kekal, sebelum segala abad, Engkau telah merenca­nakan masa depanku. Sebelum alam semesta Kaucipta, Engkau ingat akan aku dan memenuhi aku dengan berkatMu. Terpujilah Engkau, ya Allah, sebab Engkau mencipta aku dengan kehendakMu yang dari kekal.

Tinggal bagiku: melaksanakan rencanaMu, melaksanakan tugas sebagai abdiMu di dalam keadaan yang Kaukehendaki bagiku. Segala tanda menyatakan, bahwa Engkau menentukan bagiku status perkawinan, supaya aku mengabdi padaMu, dibantu oleh pasangan sehidup semati, dalam suatu keluarga dalam Kristus.

Aku mengucap syukur kepadaMu, sebab Engkau menyediakan bagiku suatu sakra­men, dan dengan sakramen itu, maka hubungan kami berdua akan menjadi lambang hubungan PuteraMu dengan Gereja: hubungan cinta kasih dalam naungan rahmatMu.

Berilah supaya dia yang kupilih, menjadi tunanganku ini, betul sesuai dengan kehendakMu: suatu bantuan bagiku dalam pengembangan cinta kasihku dan pengabdian kepadaMu - lahir dan batin.

Berilah supaya dalam segala hal, dia membantu aku, dan aku membantu dia, untuk hidup sesuai dengan kehendakMu. Sehingga kehidupan kami akan menjadi cermin keluarga suci Nazaret: riang gembira dan sopan, serius dan riang; rajin dan penuh iman.

Dalam masa persiapan ini: ajarilah kami cinta kasih sejati. Cinta kasih yang tak mengutamakan kesenangan sendiri, kepentingan sendiri, dan bahagia sendiri; melainkan selalu mengusahakan keselamatannya jiwa dan raga, dunia akhirat.

Untuk itu kami memerlukan rahmatMu: semangat berkorban yang sejati. Kami yakin, masa depan kami akan lebih berbahagia kalau kami sudah berlatih berkorban, menguasai diri, mengekang diri, untuk cinta sejati.

Ya Allah, kami hendak mempergunakan saat-saat persiapan ini untuk saling mengenal, saling menghargai, saling menghormati.

Bantulah, agar dalam diri tunanganku ini, aku semakin mampu melihat wajah Kristus dan bunda Maria, agar pertunangan kami dipenuhi dengan rasa hormat, sopan, dan cinta sejati.

Kami hendak menjaga pancaindra, mulut untuk kata-kata dan semua hal yang pantas, mata untuk pandangan yang murni, telinga untuk menerima kata-kata dengan baik. Semoga kami menggunakan badan anugerahMu ini untuk saling menyucikan.

Aku percaya, ya Tuhan: Engkaulah yang mempersatukan kami, Yang membimbing kami untuk semakin bersatu dalam cinta kasih, Yang memberi kami kekuatan untuk untuk bertekun melaksanakan kehendakMu. Sebab kebahagiaan sejati hanya akan kami peroleh kalau kami memang sungguh melaksanakan kehendakMu, bersatu dengan Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.


DOA PERMOHONAN

Pilihan 1:

I/P: Allah begitu mengasihi manusia sehingga Ia mengangkat mereka menjadi putera-puteriNya dalam Kristus, dan menunjukkan mereka kepada dunia sebagai saksi-saksi kasih sayangNya. Marilah mohon dengan penuh harapan:

L: Ya Allah, Engkau menghendaki, agar di dalam saling mengasihi, putera-puteriMu benar-benar menampakkan diri sebagai saudara-saudari Kristus. Kami mohon:

U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.

L: Ya Allah, Engkau menetapkan syarat-syarat kasih mesra agar dengan mene­patinya, manusia menemukan kebahagiaan. Kami mohon:

U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.

L: Ya Allah, semoga kedua saudara kami ini dalam masa pertunangan mereka semakin mengenal kehendak Allah. Kami mohon:

U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.

L: Ya Allah, semoga seluruh umat di wilayah ini mendampingi mereka berdua dengan doa dan bimbingan. Kami mohon ....

U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.

L: Ya Allah, berkenanlah pula memperhatikan doa kami masing-masing .....

Kami mohon ....

U: Semoga kami dapat senantiasa mengamalkan kasihMu, ya Tuhan.


Pilihan 2:

I/P: Marilah memanjatkan permohonan kita kepada Allah, Bapa kita yang maha­baik:

L: Semoga kedua tunangan ini menerima kekuatan batin untuk menjalani masa pertunangan dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab. Kami mohon ....

U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L: Semoga mereka saling menolong dalam masa perkenalan ini, supaya dapat mengambil keputusan yang masak tentang masa depan. Kami mohon ....

U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L: Semoga cinta kasih mereka semakin tumbuh menjadi kuat dan tahan uji, dan semoga kepribadian mereka semakin berkembang menjadi matang dan dewasa. Kami mohon ....

U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L: Semoga orang tua mereka memberi bantuan dan bimbingan untuk mencari kehendak Allah demi kebahagiaan dan keselamatan mereka berdua. Kami mohon ....

U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.


BAPA KAMI


DOA PENUTUP

I/P: Allah Bapa Pencipta semesta alam. Kami telah bersatu mengungkapkan kegembiraan kami atas rahmat cinta kasih yang telah Kauanugerahkan khususnya kepada kedua saudara kami ini. Semoga mereka semakin diteguhkan dalam meretas jalan cinta mereka dengan senantiasa terbuka pada cinta kasihMu sendiri. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

U: Amin.


I/P: Tuhan sertamu.

U: Dan sertamu juga.

I/P: Semoga Tuhan sumber segala cinta dan damai berdiam dalam hati kita semua, mengarahkan tingkah laku kita, dan meneguhkan kita dalam cinta kasihNya. Demi nama Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.

U: Amin.


LAGU PENUTUP


5 Comments:

  • At 9:04 PM, Blogger agastya said…

    terima kasih banyak atas informasi yang diberikan.
    Sangat membantu saya yang membutuhkan contoh liturgi ini.
    Tuhan memberkatimu.

     
  • At 12:54 AM, Blogger felixnadewi said…

    thnks atas informasinya...tp bisa tidak kalo acara dipimpin oleh seorang prodiakon?JBU

     
  • At 4:23 PM, Blogger Harri said…

    Thx ya utk artikelnya.
    Kira-kira apa saja ya yang harus dipersiapkan sebelum tunangan selain cincin tentunya?? Thx, Tuhan memberkati.

    Salam,
    Harri

     
  • At 3:36 AM, Blogger Matew said…

    Sip...


    salam
    http://mp3lagu.com

     
  • At 4:19 AM, Blogger daniel said…

    matur nuwun utk infonya Berkah Dalem

     

Post a Comment

<< Home